Polisi ringkus pelaku tawuran bersenjata bom molotov di Palembang

Polisi ringkus pelaku tawuran bersenjata bom molotov di Palembang

Posted on



Sumatera Selatan (ANTARA) – Aparat Kepolisian sektor (Polsek) Ilir Barat I Palembang, Sumatera Selatan meringkus tujuh pelaku tawuran antarpemuda beserta barang bukti senjata yang mereka gunakan yaitu berupa bom molotov dan tombak.

Para pelaku tawuran itu diringkus polisi dari tempat kejadian perkara Jalan Sultan M Mansyur atau simpang empat PDAM, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa dini hari.

Baca juga: Polisi tetapkan pembawa bom molotov di Bandung jadi tersangka

“Mereka paling tua berusia 18 tahun, subuh tadi mereka kami ringkus ke Mapolsek untuk dimintai keterangan lanjut dan dilakukan pembinaan,” kata Kepala Polsek Ilir Barat I Palembang, Komisaris Polisi Roy Tambunan, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, dalam pembinaan itu polisi melibatkan peran orangtua dan tetua masyarakat setempat sehingga tidak ada kejadian lanjutan.

Baca juga: Polisi tangkap 5 peserta aksi tolak PPKM di Bandung bawa bom molotov

Apa lagi, kata dia, polisi menerima banyak laporan masyarakat sangat diresahkan dengan aktivitas tersebut yang sering berlangsung pada saat menjelang sahur ataupun setelah subuh.

“Kami minta untuk lebih mengawasi anak, jangan biarkan mereka kumpul-kumpul hingga larut malam seperti ini, terlalu banyak resiko yang dihadapi,” kata dia.

Ia memastikan, selama bulan Ramadhan ini kepolisian ​​​​akan terus meningkatkan patroli menyasar tempat-tempat yang rawan tawuran, khususnya dini hari hingga subuh, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mencegah tindak kejahatan lainnya.

Baca juga: Polres Jakarta Pusat buru pelaku tawuran pemuda di Stasiun Sentiong

“Patroli ini kami gelar setiap harinya selama bulan Ramadhan ini berorientasi pada tindakan preemtif dan preventif,” katanya.

Pewarta: Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2022



Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *