Wall Street dibuka tergelincir di tengah kekhawatiran kebijakan Fed

Wall Avenue dibuka tergelincir di tengah kekhawatiran kebijakan Fed

Posted on



New York (ANTARA) – Wall Avenue dibuka tergelincir pada perdagangan Kamis pagi waktu setempat dengan Indeks S&P 500 dan Dow Jones tergelincir dan saham financial institution, industri dan penerbangan memimpin penurunan, di tengah kekhawatiran kebijakan moneter agresif Federal Reserve (Fed) mungkin membebani pertumbuhan ekonomi.

Saham-saham bluechips Dow Jones memimpin kerugian di antara tiga indeks utama Wall Avenue, diseret penurunan saham Goldman Sachs, Honeywell Worldwide dan Boeing.

Indeks Nasdaq yang padat teknologi bergerak stabil setelah turun hampir 4,5 persen selama dua sesi terakhir. Saham-saham pertumbuhan terkemuka di pasar modal terpukul pekan ini setelah komentar dari pembuat kebijakan The Fed dan risalah pertemuan financial institution sentral itu pada Maret yang menyarankan penghapusan cepat langkah stimulus yang dilakukan selama pandemi.

Risalah yang dirilis pada hari Rabu (6/4) menunjukkan pejabat The Fed “secara umum setuju” untuk memotong hingga 95 miliar dolar AS per bulan kepemilikan aset financial institution sentral, meskipun perang di Ukraina meredam kenaikan suku bunga AS pertama sejak 2018.

Baca juga: IHSG menguat di tengah koreksi bursa saham kawasan

Baca juga: Alokasi Rp310 miliar untuk mitra, inisiatif GoTo bisa dicontoh

“Benar-benar tidak ada yang mendukung pasar, mungkin antara sekarang dan musim laba,” kata Kepala Strategi Investasi iCapital, Anastasia Amoroso.

Sementara itu knowledge menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran menurun pekan lalu, yang mengindikasikan pengetatan lebih lanjut dari kondisi pasar tenaga kerja pada kuartal II dan berkontribusi menjaga inflasi tetap tinggi.

Sebagian besar saham pertumbuhan megacap dibuka beragam pada awal perdagangan, sementara saham Tesla Inc naik 1,9 persen karena ada rencana pembukaan pabrik senilai 1,1 miliar dolar di Texas.

Saham American Airways Group Inc, Delta Air Strains Inc, dan United Airways Holdings Inc, jatuh antara 2,8 dan 4 persen setelah Barclays mengingatkan lonjakan harga minyak baru-baru ini yang merugikan pendapatan kuartal I.

Perusahaan-perusahaan AS akan mulai melaporkan hasil kuartal I dalam beberapa pekan mendatang, dimulai dengan perbankan pada pekan depan.

Pada pukul 10:31 waktu setempat Indeks Dow Jones Industrial Common jatuh 217,37 poin, atau 0,63 persen menjadi 34.279,14, Indeks S&P 500 turun 3,61 poin, atau 0,08 persen menjadi 4.477,54 dan Indeks komposit Nasdaq naik naik 8,19 poin, atau 0,06 persen menjadi 13.897,00.

Saham-saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 2,01 berbanding 1 pada Bursa Efek New York (Wall Avenue), dan 1,58 berbanding 1 pada Nasdaq.

Indeks S&P mencatat 20 saham tertinggi baru dan 19 terendah baru selama 52 pekan, sedangkan Indeks Nasdaq mencatat 30 tertinggi baru dan 118 terendah baru.*

Baca juga: Saham China ditutup anjlok, Indeks Shanghai jatuh 1,42 persen

Baca juga: Saham Asia tergelincir karena Fed yang “hawkish” dan dolar menguat

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022



Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *