BMKG deteksi lima titik panas di Kaltim

BMKG deteksi lima titik panas di Kaltim

Posted on



Lima ‘hotspot’ ini terdeteksi dari hasil pantauan Jumat (15/4) pukul 17.00-24.00 Wita dan langsung kami sampaikan ke kabupaten masing-masing

Balikpapan (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi di Kota Balikpapan, mendeteksi adanya lima titik panas yang tersebar pada empat kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Lima ‘hotspot’ ini terdeteksi dari hasil pantauan Jumat (15/4) pukul 17.00-24.00 Wita dan langsung kami sampaikan ke kabupaten masing-masing,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan, Sabtu.

Baca juga: BMKG pantau 34 titik panas di wilayah Sumatera Utara

Pihak yang langsung diberi kabar mengenai adanya titik panas tersebut terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing daerah, agar mereka dapat melakukan tindakan lebih lanjut untuk penanganannya.

Empat kabupaten yang terdeteksi ada titik panas tersebut adalah Kabupaten Paser terdapat dua titik panas, Kabupaten Kutai Kartanegara satu titik panas, Kabupaten Kutai Timur ada satu titik panas dan Kabupaten Kutai Barat satu titik panas. 

Baca juga: BMKG: Delapan titik panas terdeteksi di Kaltim

Rinciannya adalah titik panas di Kabupaten Paser berada di satu kecamatan, yakni di Kecamatan Batu Sopang dengan tingkat kepercayaan medium. 

Kemudian satu titik panas yang terpantau di Kabupaten Kutai Kartanegara, berada di Kecamatan Kembang Janggut yang memiliki tingkat kepercayaan menengah. 

Baca juga: BMKG deteksi tiga titik panas di Kaltim

Berikutnya adalah satu titik panas yang terdeteksi di Kabupaten Kutai Timur, berada di Kecamatan Teluk Pandan dengan tingkat kepercayaan menengah. 

“Untuk satu titik panas di Kabupaten Kutai Barat, berada di Kecamatan Dilangputi yang juga memiliki tingkat kepercayaan menengah,” ujar Carolina.

Baca juga: KLHK pantau titik panas cegah kebakaran hutan jelang kemarau

 

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2022



Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *