Disabilitas Aborigin Membuka Dialog Terakses Melalui Budaya Yarning

Disabilitas Aborigin Membuka Dialog Terakses Melalui Budaya Yarning

Posted on


TEMPO.CO, Jakarta – Penyandang disabilitas dari suku Aborigin Australia bentuk komunitas ruang komunikasi dan seni ala suku Aborigin yang dikenal dengan istilah Yarning untuk mengisi kekosongan layanan disabilitas yang belum terakomodasi platform jaminan sosial nasional disabilitas Australia atau NDIS.

Kebutuhan Penyandang Disabilitas Aborigin

“Harus ada pengertian yang lebih mendalam mengenai kebutuhan apa yang sebenarnya dibutuhkan penyandang disabilitas dalam kerangka perbedaan budaya,” ujar June Riemer, Gumbaynggirr Dunghutti Girl, the Deputy Chief Government of First Peoples Incapacity Community, seperti yang dikutip dari ABC Information, Ahad, 29 Januari 2023.

Sesi Yarning ini berlangsung setiap minggu dengan lama sesi dialog sekitar 3 jam. kegiatan dialog budaya ini juga diisi dengan kegiatan seni, berbagi cerita antar peserta dan kunjungan ke tempat tertentu yang mengakomodasi layanan disabilitas bagi suku Aborigin. Kegiatan ini berlangsung di sekitaran Perth, Australia Barat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh seorang perempuan dari suku Aborigin dari klan Noongar, Kerrie Colgate. Ibunda Kerrie Cheryl Taylor adalah generasi yang lahir di period Yarning dilakukan sebagai pengantar tidur. Lantaran itu, selain digunakan untuk membahas pengetahuan umum, Yarning merupakan sarana belajar bagi generasi tertentu suku Aborigin.

Dalam dialog kebudayaan suku Aborigin mengenai kedisabilitasan, Colgate dan anggota komunitasnya membahas kebutuhan spesifik penyandang disabilitas yang belum tersedia di NDIS melalui perspektif budaya. Musababnya, skema jaminan sosial NDIS banyak dianggap masyarakat belum menyentuh kebutuhan sebenarnya dari penduduk Aborigin yang menyandang disabilitas. Misalnya kebutuhan alat pengampu di pelosok Australia yang ditempati banyak suku Aborigin.

Pendamping Disabilitas Anak Aborigin

Salah satu kondisi sulit yang dialami adalah sulitnya mencari seorang pendamping bagi anak Aborigin yang mengalami kedisabilitasan berat. Misalnya Rebecca Dickson yang kesulitan mencari pekerja sosial untuk anaknya yang mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan psychological intelektual. Melalui Yarning, Rebecca dapat memperoleh social employee bagi anaknya. 3 dari 4 anak Rebecca menyandang disabilitas psychological dan intelektual.

“Saya mencari pekerja sosial yang merupakan sesama suku Aborigin, karena ada beberapa kebiasaan hidup sehari – hari yang tidak dilakukan oleh orang orang non Aborigin, karena itu saya sangat memerlukan pekerja sosial yang dapat mendukung saya,” kata Rebecca kepada ABC Information.

Pilihan Editor: Ini Klub Malam Terakses Pertama di Dunia untuk Penyandang Disabilitas

Selalu replace data terkini. Simak breaking information dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *