Kriminolog UI: Tiga Alasan Pembunuhan Sopir Taksi Online oleh Anggota Densus 88 Mengejutkan

Kriminolog UI Jelaskan Tahap Pemberian Sanksi Anggota Densus 88 Sebelum Akhirnya Dipecat

Posted on


TEMPO.CO, Jakarta – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menyampaikan tahapan pemberian sanksi kepada anggota Datasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia (Densus 88) sebelum akhirnya dipecat. 

“Itu kan ada urutannya. Sanksi tertulis, penempatan khusus (patsus), demosi, baru Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),” kata dia kepada Tempo, Jumat, 10 Februari 2023.

Adrianus merespons lima pelanggaran yang dilakukan anggota Densus 88, Bripda Haris Situnggang atau Bripda HS, mulai dari penipuan hingga judi on-line. HS adalah tersangka pembunuhan atas kasus sopir taksi on-line bernama Sony Rizal Taihitu.

HS diduga membunuh Sony di Perumahan Bukit Cengkeh Depok pada 23 Januari 2023. Di hari yang sama, Densus 88 menangkap dia. 

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror Komisaris Besar Aswin Siregar menyampaikan, sebelum membunuh, HS kerap melanggar. 

Ada lima jenis pelanggaran, yakni menipu teman anggota Polri dan masyarakat, meminjam uang kepada teman, tertangkap tangan major judi on-line, dan terlibat hutang pribadi. 

“HS telah dihukum penempatan khusus, teguran tertulis dan juga sanksi demosi. Baru saja selesai (menjalani hukuman sebelum pembunuhan),” kata Aswin kepada Tempo, Kamis, 9 Februari 2023.

Aswin berujar, pihaknya tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota Densus 88. Karena itu, Bripda HS diajukan ke sidang komisi etik.

Pilihan Editor: Tersangka Pembunuhan Bripda HS Baru Selesai Jalani Hukuman dari Densus 88, Apa Saja?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google Information, klik di sini.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *