Tetapkan Richard Eliezer Sebagai Justice Collaborator, Ini Pertimbangan Hakim

LPSK Sebut Perlindungan Richard Eliezer Diperpanjang Enam Bulan

Posted on


TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, perlindungan terhadap Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E diperpanjang selama enam bulan. Ia menyebut perpanjangan tersebut atas permintaan Eliezer.

“Richard Eliezer sudah enam bulan dalam perlindungan LPSK sejak 15 Agustus 2022. Kemudian sudah habis enam bulan pertama di bulan Februari ini. Dan permohonan perpanjangan sudah disetujui oleh pimpinan LPSK,” kata dia pada Jum’at 17 Februari 2023.

Edwin mengatakan selama dalam perlindungan LPSK, Eliezer akan memperoleh berbagai macam perlindungan dan layanan pemulihan. Salah satunya, kata dia, adalah perlindungan terhadap fisik.

“Artinya nanti Richard Eliezer akan didampingi oleh petugas LPSK di dekatnya saat berada di dalam sel tahanan,” ujarnya saat ditemui di Kantor LPSK, Jakarta.

Selain itu, Edwin menyebut LPSK juga akan memberikan layanan pemulihan psiko-sosial Richard Eliezer. Ia mengatakan LPSK melakukan pemulihan terhadap kesehatan psikologis akibat proses pemidanaan yang dialami Eliezer.

“LPSK juga akan memperhatikan layanan religious yang diperlukan oleh Eliezer selama berada di dalam sel,” kata dia.

Edwin juga menyebut LPSK akan mengajukan sejumlah rekomendasi terkait masa hukuman bagi Eliezer. Sebab, kata dia, hal tersebut merupakan mekanisme penghargaan bagi seorang justice collaborator.

“Banyak bentuknya ada resmisi, ada asimilasi, ada cuti menjelang bebas, ada pembebasan bersyarat sebagaimana yang tercantum dalam Permenkumham No.7 tahun 2022,” ujar Edwin.

Oleh sebab itu, Edwin mengatakan LPSK akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait soal masa tahanan Eliezer. Termasuk, kata dia, LPSK akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan.

“Untuk bentuk pemenuhan hak-hak terpidananya apakah akan berupa remisi, apakah cuti menjelang bebas, apa pembebasan bersyarat. Kami belum bisa memastikan, namun kami akan berkonsultasi dengan Ditjen Pas,” ujar dia.

Sebelumnya, Richard Eliezer telah dijatuhi vonis satu tahun enam bulan karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua. Salah satu pertimbangan vonis rendah terhadap Eliezer meski merupakan eksekutor pembunuhan Yosua adalah statusnya sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator.

Richard terlibat dalam kasus pembunuhan ini setelah diminta bosnya saat itu, eks Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo untuk menghabisi nyawa Brigadir Yosua. Permintaan itu datang setelah Sambo mendengar kabar sang istri Putri Candrawathi mengalami pelecehan seksual oleh Yosua di Magelang.

Dalam kasus ini, Ferdy Sambo telah dijatuhi hukuman mati. Sedangkan Putri Candrawathi divonis 20 tahun penjara. Dua terdakwa lainnya yaitu Kuat Ma’ruf divonis 15 tahun penjara, dan Ricky Rizal dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. 

Pilihan Editor: Ini Kisah Richard Eliezer Menjadi Justice Collaborator Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *